Efsun dan bahar – Efsun BEbas, Karena Pengorbanan Ilyas…..

Efsun dan bahar 76 – Stresnya efsun ketika harus masuk kedalam sel dan bertemu para tahanan lainnya, ia bersembunyi dibelakang nuran.  Polisi sendiri terus mencari bukti tentang keterlibatan ilyas dan efsun dalam pembunuhan necati……..

Efsun dan bahar- Efsun dan nuran, juga sakine keluar dari tahanan dengan suka cita………

===POlisi menggeledah seisi rumah, juga gudang milik ilyas, mereka menemukan sekop panjang tapi tidak memiliki clue apapun tentang sekop itu. akhirnya polisi pergi tanpa membawa bukti apapun. Sedangkan dipenjara, nuran berkata kepada efsun dan sakine ia cemas kalo polisi akan menemukan makam yusuf……….

===Ates mengantarkan saudara ilyas dan bahar untuk menengok ilyas dan juga nuran. ilyas menenais saat bertemu dengan kakaknya demikian juga nuran ketika dijenguk oleh bahar.

Kakak ilyas masuk keruang pertemuan, dan berteriak teriak menyalahkan nuran yang menurutnya menjadi sumber masalah untuk adiknya ilyas. Nuran maasuk kedalam sel dengan kesal…………

Efsun ingat dengan kamera cctv dirumah ayahnya, ia kemudian berniat meminjam hp teman satu selnya. tapi dia meminta bayaran yang mahal untuk itu. Efsun marah dan mencoba merebut hp waanita itu. terjadi keributan dipenjara hingga penjaga daatang untuk melerai mereka………

===Polisi terus mencari bukti untuk menjerat efsun dan keluarganya. setelah tidka mendapatkan apa apa dari rumah ilyas. polisi datang kerumah mehmet untuk  mengambil kamera cctv dirumah mehmet. Ismail bey menunjukkan surat perintah penggeledahan kepada mehmet. Huliya dtng dan meminta beiza untuk menunjukkan tempatnya……..

Mehmet menatap huliya tanpa kata…………

===Dikantor polisi, ismail tersenyum puas saat melihat kamera cctv. mereka melihat efsun dan ilyas memasukkan tubuh necati kedalam mobil putih milik efsun…………

Huliya menjenguk efsun dipenjara dan pura pura bersedih.

Sedangkan dirumah, arda tampak curiga dengan ayahnya yang taampak menelepon seseorang tapi tidak mau mengaku ketika dia bertanya. huliya datang tapi kali ini dia membela asim suaminya………….

===Polisi memperlihatkan rekaman cctv kpd ates, ates lalu membuat janji untuk bisa bertemu dengan ilyas dan efsun. Ia marah dan tak percaya mereka berdua tega berbuat sekeji itu. efsun sambil menangis berusaha membela diri sedangkan ilyas hanya bisa diam. Ilyas kemudian meminta efsun keluar karena dia ingin berbicara berdua saja dengan ates………..

Ilyas berkata jika ia akan menanggung semuanya sendirian, ates hnya diam……….

===Efsun masuk kesel dan memberitahu ibunya dan sakine kalo polisi telah mengambil kamera cctv dari rumah attahan, habislah mereka sekarang kata efsun. nuran dan sakine menutup muka saking shocknya,. sekarang mereka hanya bisa pasrah menanti nasih.

Ilyas menulis sebuah surat, efsun nampak diam dalam pelukan ibunya sedangkan sakine menatap sedih dan mencium foto cecil yang ada ditangannya.

Ilyas meminta penjga untuk memberikan suratnya kepada ates yang sudah lama menunggu. ates lalu datang kerumah bahar , saat itu bahar sedang sedih menatap foto keluarganya. ates mengajak bahar untuk keluar sebentar……….

===Dirumah attahan, huliy dan asim telah akur kembali. mereka menghabiskan waktu dengan tidur bersama. Ketika akan pergi, asim mencium bibir huliya dengan hangat, huliya melayang dan melihat kearah kaca cermin. Sedangkan asim sendiri menuju kamar moge putri kesayangannya, sepertinya ia ingin mengucapkan salam perpisahan kepada moge…………

===Ditaman, ates menceritakan apa yang terjadi………….”kau berbohong ates, kau berbohong ayahku tidak akan melakukan itu…”kata bahar sambil menangis. ates kemudian memberikan surat yang ia tulis untuk bahar. bahar membaca surat itu dan berurai air mata…….

===Senangnya nuran, efsun dan sakine ketika penjaga berkata jika mereka bebas. Mereka keluar dengan suka cita………

===Huliya terbangun dan tidak mendapati asim ada disampingnya, huliya bertnya kepada beiza yang juga tidak tahu. ia mencoba menghubungi asim tapi tidak bisa juga………….

===Diluar penjara, mehmet dan hasret memeluk efsun dengan hangaat hanya ates dan bahar yang tampak sangat sedih. Keheningan mulai terasa ketika nuran menanyakan suaminya.  Bahar memberikan surat ilyas kepada ibunya, nuran dan efsun sedih. mereka tidak percaya , efsun bahkan berteriak histeris dan berlari . mehmet dan hasret mengikutinya dari belakang…………….

Apa yang coba efsun lakukan?? lanjut ke Efsun dan bahar 78

One Response

  1. ernie2492 July 14, 2016 Reply

Leave a Reply