Hurem Sultan Menangisi Kematian Pangeran Mustafa…..Sinopsis Abad Kejayaan Epiode 124 Part 7

Sinopsis Abad Kejayaan Epiode 124 Part 6-  Hurem memberikan surat kepada sultan mengenai situasi yang terjadi diibukota…….

Mahidevran telah tiba dibursa dan histeris melihat mayat mustafa ada didepan matanya. Ia murka ketika melihat kedatangan bayezid….

Sultan memerintahkan kepada mahidevran dan keluarganya tinggal diistana gemik….

===Dibursa—Mahidevran dan mihrunnisa sedang beristirahat, kemudian pintu diketuk ..fidan masuk kedalam dan berkata jika ibrahim pasa datang untuk menemui mereka….

Mihrunnisa bertanya ada alasan apa dia datang?? fidan berkata dia tidak tahu………..

===Dipasar—Orang orang dipasar mengerubuti sumbul, seorang jannisari berkata mereka akan memulai dengan menghabisi anjing hurem sultan. Sumbul berkata bahwa dia tak lagi bekerja untuk hurem, dia bahkan tidak bekerja lagi diistana……….tentara jannisari itu marah dan memukul sumbul hingga terjatuh….

Situasi menjadi tidak terkendali, Orang orang mulai berdesakan. Tapi mereka tak memperdulikan sumbul lagi, yang mereka lakukan adalah mengambili barang barang sumbul yang ada dikedai …..

Sumbul pergi dari kerumunan dan melihat dari kejauhan bagaimana orang orang itu berdesakan untuk merampas harta bendanya. Habis sudah hasil kerja kerasnya selama ini….

utusan sultan suleiman===Dibursa—Ibrahim pasa datang bertemu dengan mahidevran dan mihrunnisa.  Ia menyatakan rasa bela sungkawanya. ….”kepergian pangeran mustafa membuat kami semua bersedih , semoga tuhan mengampuni jiwanya….”

Mahi bertanya apakah kedatanganya jauh jauh kebursa hanya untuk mengucapkan bela sungkawa?? Ibrahim pasa menjawab jika ia datang atas perintah dari sultan. Sultan memberikan istana gemik untuk mahidevran dan keluarganya…

Ibrahim berkata jika istana gemik lebih aman dan nyaman. Dan dekat dengan ibukota, sultan telah memikirkan perdamaian dan kenyamanan. Dengan sengit mahi menolak dan meminta ibrahim pasa untuk pergi….

“saya datang atas perintah sultana, saya harus melaksanakan perintah itu segera. Saya akan datang lagi besok pagi….”kata ibrahim pasa kemudian undur diri.

Mihrunnisa berkata jika ini sepertinya bukan pertanda baik…”apa artinya ini semua sultana……..”tanya nisa kepada mahi. Mahi kemudian menggenggam tangan nisa dan berkata jika itu dilakukan untuk mengawasi mereka dengan mudah sampai gejolak mereda…

bahaya mengancam rustem ===Diistana mihrimah—-Rustem sedang bersama dengan sinan dan sokollu. Sinan berkata jika masyarakat mulai memberotak persis seperti dugaan rustem sebelumnya…

Lalu rustem bertanya tentang jannisari kepada sokollu…..”jumlah tentara jannisari diibukota sangat rendah karena banyak dari mereka yang pergi berperang. tapi mereka ada dibarisan depan dan mendorong rakyat untuk memberontak………”kata sokollu.

Rustem meminta sokollu untuk melakukan tindakan pencegahan sekaligus…….”saya akan melakukan apapun yang saya bisa, saya menyarankan kepada anda untuk tidak terlihat ditempat terbuka. akan lebih baik jika anda meninggalkan ibukota………..”

“lakukan saja apa yang saya katakan……..”kata rustem, sokollu mengangguk. Kemudian dia keluar dari ruangan.

Ketika sokollu pergi, rustem berkata kepada sinan jika ia tak percaya kepada sokollu karena kemungkinan dia akan menyingkirkan dirinya. Karena itu ia akan tetap tinggal dan meminta sinan untuk tidak membiarkan siapapun mendekati istananya………..

Sinan berkata agar dia tidak khawatir, rustem lalu menepuk bahu sinan dan berjalan keluar ruangan. Rustem melihat istri dan anaknya sedang bersiap. Mihrimah berkata jika mereka akan mengunjungi ibunya…

Rustem melarang mereka pergi karena sedang terjadi pemberontakan dan mereka tidak akan pergi kemana mana. Rustem berkata jika mereka menginginkan kepalanya…

putra laki laki mustafa===Dibursa—Fidan berkata kepada mahidevran bahwa ibrahim pasa akan benar benar datang esok pagi, jika ia apa yang akan mereka lakukan??

Mihrunnisa berkata ada banyak hal berkecamuk dalam pikirannya, bagaimana jika mereka menginginkan mehmet kata nisa sambil melihat kearah putranya. Mahi berkata jika mereka ingin hal itu maka mereka sudah mengambilnya dan membunuhnya didepan mata mereka disini.  Nisa berkata lagi bahwa dia tak mempercayai siapapun sekarang…

Fidan berkata bahwa mereka tidak punya pilihan lain selain pergi keistana gemik, karena jika mereka menolak maka toh mereka akan memaksa juga….

===Dikamp— Selim meminta ijin untuk bertemu dengan ayahnya. Lokman aga menemui selim dan berkata bahwa kondisi sultan sedang sensitif sekarang ini dan meminta selim untuk menjaga kata katanya…….

Pangeran selim masuk kedalam tenda, ia berkata kepada sultan jika ia tak ingin mengganggunya tapi ini adalah hal yang serius. Selim berkata jika kondisi cihangir sedang tidak baik, dia mencoba berbicara sebagai saudaranya tapi cihangir tak mau mendengarkan dirinya…….

“apa yang terjadi dengannya??” tanya sultan.

Selim berkata jika cihangir sudah tidak mau makan dan tidur selama beberapa hari dan kondisinya sekarang semakin lemah………

Rustem dan Mihrimah melarikan diri dari amukan massa…

ruang bawah tanah mihrimah===Rustem pasa dan mihrimah juga anak mereka humazah sedang berada diruangan bawah tanah untuk bersembunyi dari para pemberontak. Mihrimah berkata jika seharusnya mereka melarikan diri saat masih ada waktu dan sekarang mereka malah terjebak diruangan itu………

Rustem meminta mihrimah untuk tidak khawatir karena ada sinan dan para penjaga kekaisaran yang akan melindungi istana mereka dari penjarahan……..

Mihrimah bertanya lagi bagaimana jika mereka bisa masuk kedalam?? rustem kembali memintanya untuk tidak cemas karena dia takkan membiarkan mereka menyakiti anak dan istrinya. Mihrimah memeluk humazah makin erat…

===Hurem datang keistana mihrimah dengan tergesa, ia melihat sinan. Sinan berkata jika penjaga ada dalam jumlah besar untuk pengamanan tapi dia ragu jika mereka ada gunanya…

rustem dan mihrimah bersembunyiHurem tahu itu, dia sendiri lewat jalan belakang untuk sampai keistana mihrimah. Hurem berkata bahwa dia akan membawa mihrimah dan cucunya keistana utama. Sinan berkata akan lebih baik jika hurem sultan membiarkan mereka pergi ketempat lainnya karena tidak ada yang bisa menjamin istana utama juga aman……..

Hurem datang keruangan bawah tanah untuk menemui mihrimah dan cucunya, ia memeluk humazah dengan erat. Rustem kaget melihat hurem datang, bagaimana dia bisa pergi meninggalkan istana, bagaimana jika sesuatu terjadi kepadanya??

Hurem menjawab bahwa dia tak bisa menunggu pada situasi seperti ini. Mihrimah berkata kepada ibunya…”apakah sekarang anda lihat ibu apa yang menimpa kita?? mereka akan mengambil semua kehidupan kita…mereka sudah gila!!!”

Hurem meminta mihrimah untuk tenang. Mereka akan diselamatkan. Mereka akan bersembunyi diistana uskudar untuk sementara waktu, sinan berkata jika tak seorangpun akan menyangka mereka ada di uskudar.

Rustem bertanya yang menjadi masalah adalah bagaimana mereka bisa keluar dari istana. Hurem berkata jika malam hari mereka akan bubar kalaupun tidak bubar maka jumlah mereka akan berkurang sehinga mereka bisa pergi dari pintu gerbang belakang tanpa disadari oleh mereka semua….

Sinan menambahkan bahwa perahu imperial akan menunggu mereka disarayburnu sehingga mereka bisa menyeberang bersama sama menuju istana uskudar…..

sultan mendatangi cihangir===Dikamp—Malam harinya sultan keluar dari tendanya diikuti oleh selim, sultan sampai ditenda cihangir dan memberi tanda kepada selim untuk tidak mengikutinya….

Ketika sultan masuk kedalam tenda cihangir, dia berteriak kepada penjaga karena tidak melihat siapapun didalam tenda……..selim masuk dan kaget melihat tenda cihangir yang kosong………

===Dibursa—-Akhirnya mahidevran dan keluarganya meninggalkan istana bursa. Ketika akan memasuki kereta, ibrahim pasa berkata bahwa sesuai dengan tradisi pangeran mehmet akan naik keretanya sendiri……….

Mihrunnisa merasa cemas, ia melihat ibrahim merangkul bahu mehmet dan membantunya naik kedalam kereta……..

===Dikamp—-Malam itu juga hingga keesokan paginya, sultan memerintahkan pencarian untuk pangeran cihangir yang menghilang. Sultan terus berteriak dan memanggil manggil cihangir…….

===Didalam kereta, mehmet kecil duduk sendirian, Didepannya ada gurunya dan ibrahim pasa. ….mehmet  melihat keluar jendela dengan sedih…

cihangir menderita karena kematian mustafa===Dikamp—Seorang tentara berteriak bahwa ia menemukan sang pangeran, sultan segera berlari mendekat. ..”anakku cihangir………”kata sultan dan berusaha menggapai cihangir yang duduk disemak semak.

“menjauhlah dariku….kau berbohong kepadaku, kau telah memasukkan aku kedalam dosa besarmu. hari itu tidak hanya kakak saya tapi kau juga telah meninggal, ayahku telah meninggal!!!” kata cihangir ….

“disini dingin, kau akan sakit nanti, ayo kita berbicara dikamp………..”kata sultan berusaha mengajak cihangir pergi.

“itulah yang kau katakan kepada mustafa, kau memanggilnay dan berkata ingin mengajaknya berbicara. kau berbohong, kau sudah merencanakannya…kau memanggilnya dikamp untuk membunuhnya!!!”

“sudah cukup!! bangunlah………”teriak sultan marah.

“apa yang akan kau lakukan? bunuh saja aku, aku tidak takut mati ..bunuh aku!!!”teriak cihangir membuat selim takut akan kemarahan sultan………

===Dibursa—-Mahidevran dan mihrunnisa sedang mengobrol didalam kereta, kemudian tiba tiba kereta berhenti. Mereka semua turun, nisa melihat kereta mehmet menjauh. Ia berteriak kepada pengawal untuk menyusul tapi si pengawal berkuda hanya terdiam………

penculikan mehmetMihrunnisa kemudian berlari menyusul anaknya, ia terjatuh dan terus berlari …………..tapi kereta mehmet makin menjauh. Mahidevran yang sudah menua hanya bisa melihat kepergian cucunya mehmet dengan hati hancur………ia tak hanya kehilangan mustafa sekarang dia telah kehilangan mehmet juga…….

Mihrunnisa berteriak teriak memanggil mehmet………..

—Didalam kereta, mehmet menyadari jika kereta yang membawa ibunya tak ada. Mehmet protes, kemudian ibrahim pasa menjelaskan jika ia mendapatkan perintah dari sultan untuk membawanya………..mehmet terdiam dan duduk kembali dengan terpaksa.

===Malam itu………..hurem duduk diranjangnya dan menangis dengan keras, ia menangissi kematian mustafa. Demi kehidupan anak anaknya dia harus melakukan segala cara agar mustafa lenyap……..

Dan ketika itu terjadi, bukan kebahagiaan yang ia dapatkan tapi rasa sakit. Sakit karena mustafa yang baik hati, mustafa yang menyayangi adik adiknya telah pergi untuk selamanya………

Tangisan hurem makin keras saat ia teringat, dimana dia meminta mustafa untuk menyelamatkan selim., dan mustafa benar benar melakukannya. Ia melakukan permintaan seseorang yang selalu berusaha menyingkirkan dirinya………..yaitu dia sendiri, hurem sultan!!!

penyesalan sultan===Pada malam yang sama……sultan sedang duduk sendirian, ia meratapi kepergian mustafa…………didepannya ia melihat mustafa kecil datang kepadanya………

Sultan menangis……….Sinopsis Abad Kejayaan Epiode 125

Leave a Reply