Pangeran Murad Menjadi Kesayangan Suleiman—-Sinopsis Abad Kejayaan Episode 139 Part 4

Sinopsis Abad Kejayaan Episode 139 Part 4 – Kematian bayezid sangat menyakitkan bagi mihrimah, ia membenci selim dan berusaha agar muradlah yang kelak naik tahta. Mihrimah meminta kepada murad agar selalu dekat dengan Yang mulia. Ia bahkan menyiapkan sebuah hadiah khusus untuk ayahnya yang nanti akan diberikan oleh Murad…….

Suleiman bahagia dengan hadiah yang diberikan murad kepadanya….

murad penerus dinasti===Sultan suleiman sedang membaca kitab diterasnya, ia sekarang memakai kacamata tapi tetap saja tulisan yang dilihatnya tidak jelas. Sultan melepaskan kaca matanya dan menghela nafas….

Di ingat ketika hurem masih ada disampingnya…..”selama kau berkuasa, kita semua tidak akan disakiti….”kata hurem. Sultan tampak kesal , dia menuttup bukunya dengan keras….

“apa kau marah padaku??” tanya hurem. Sultan berkata jika matanya tak lagi jelas saat membaca. Hurem tersenyum , kemudian dia mengambil buku itu dan berkata jika dia akan menjadi mata untuk suleiman.

Suleiman tersenyum…….”apa benar kau akan menjadi mataku hurem??” tanya dia kala itu. Hurem menjawab jika mereka adalah satu…”bukankah jiwa dan nafas kita adalah satu….”kata hurem waktu itu.

—Ferhat datang menghadap, ia berkata jika pangeran murad dan mihrimah sultan ingin menemuinya. Sultan mempersilahkan keduanya masuk kedalam ruangan……..

Pangeran murad langssung mencium tangan kakeknya……….”cucuku aku senang kau datang, kau telah dewasa sekarang. rasanya baru kemaren kau dikhitan…”kata sultan menyambut sang cucu. Mihrimah menyahut jika waktu telah berlalu dan murad semakin mirip dengan pamannya bayezid yang pemberani.

Didepan kakeknya, murad meminta ijin untuk datang ke persidangan, suleiman menyetujuinya.

hadih-dari-pangeran-murad===Diruang sidang, sokollu melapor jika mazimilian semakin berani karena kondisi yang telah banyak berubah, Henry tudor sudah tidak bersama mereka lagi. Mereka telah berani tidak membayar upeti dan juga telah merebut sebuah kota kecil. Sultan hanya terdiam…

Kemudian murad berkata jika dia ingin memberikan hadiah kepada kakeknya, suleiman berkata jika ini bukan saat yang tepat………..”inilah saat yang paling tepat yang mulia”kata murad memaksa, akhirnya sultan memberinya ijin…

Dua orang penjaga membentangkan sebuah peta……”Yang mulia aku ingin menujukkan kepada anda, tanah dan daerah daerah yang tanpa batas ini adalah milik anda, aku ingin semua orang mengingat kekuasaaan dan kejayaan anda…………”kata murad. Sultan kembali teringat saat dia pertama kali bertahta dan segala impiannya untuk menaklukkan negara negara barat………

“kau membuatku bahagia dengan hadiah ini, sebutkan permintaamu………..”kata sultan. Murad berkata jika ia hanya ingin mencium tangan kakeknya.

Ternyata mihrimah menyiapkan sebuah peta sebagai hadiah untuk ayahnya yang diberikan atas nama pangeran murad….

murad kesayangan sultan===Sidang selesai, sultan mengajak murad untuk ikut dengannya ke sebuah tempat . Ternyata sultan mengajak murad masuk kedalam ruangan dimana tersimpan banyak arsip arsip negara  yang penting…..

“kekaisaran bukan hanya sebuah peta, jika kau menganggap tanah, daratan, lautan dan pegunungan adalah tubuhmu maka peraturan dan hukum adalah darahmu……semua ini adalah peraturan peraturan, hukum dan juga batas batas wilayah yang merupakan kerja kerasku dan 9 baginda terdahulu……………..”kata suleiman.

Murad menatap deretan buku buku itu dengan takjud, dia mendengarkan penjelasan kakeknya dengan sekksama.

Sultan dan pangeran murad kemudian keluar dari ruangan arsip, selim datang…………..”Yang mulia……..murad hadir dalam persidangan, jika aku tahu maka aku akan datang juga” kata selim. Sultan hanya menatap selim dengan pandangan jengkel tanpa sepatahpun kata terucap dari mulutnya………..

Sultan mengintruksikan untuk menutup pabrik anggur….

saingan utama selimKetika sultan berlalu, selim menarik tangan murad untuk berhenti……….”apa yang kau lakukan disini? mengapa kau hadir dalam sidang?” tanya selim kepada putranya.

“aku hanya ingin menimba pengalaman dari Yang mulia, aku ingin menentukan masa depanku sendiri ayah……….”kata murad. Selim tersenyum sinis.

“aku telah menyerahkan hidup, kedamaianku demi kau anakku……….” kata selim…

“aku tahu ayah, aku merekam semuanya dalam pikiranku, aku tahu semua itu agar aku bisa menghindari hal seperti itu……….”jawab murad dan segera berlalu dari ayahnya. Selim hanyamenatap murad dengan nanar….

===Dilorong istana –Sokollu dan beberapa pasa mengantar sultan menuju ruangannya. Sultan kemudian berhenti dan dia menengok kearah sokollu…………..”sokollu aku ingin semua pabrik anggur ditutup, semua kedai yang menjual anggur ditutup!!!”kata sultan. Sokollu bertanya adakah alasannya………..

“tidak perlu ada alasan untuk menutup pabrik anggur, anggur dilarang dalam agama kita sokollu…”kata sultan

safia selir murad===Dikamarnya nurbanu uring uringan karena safia, dia marah karena safia berhasil masuk keharem putranya. Kalfeta berkata jika tak seorangpun bisa menolak perintah Mihrimah sultan…………..”sultana, safia masih sangat muda dan tidak berpengalaman…aku rasa kau tak perlu mengkhawatirkannya. kita sudah selangkah lagi menuju tahta”kata kalfeta menghibur nurbanu.

Ganzafer kemudian datang dan berkata jika safia hatun ingin menghadap, nurbanu mengangguk……..

“sultana….aku menunggu untuk bisa bertemu denganmu. aku mendengar namamu dibicarakan di venezia………..”kata safia.

“aku tidak perduli darimana kau berasal. kita disini adalah putri ottoman. Dan pangeran murad adalah hartaku yang paling berharga. Yang paling penting dari semua itu adalah kesetiaan. aku ingin kau membuktikannya jika tidak maka aku akan melemparmu kedasar jurang dan anakmu akan dibesarkan oleh orang lain………….”kata nurbanu dengan mengancam.

“satu satunya cara untuk membuktikan kesetiaanku adalah dengan terus mencintai murad dan melahirkan anak anaknya. pangeran murad sangat mencintaiku seperti juga pangeran selim kepadamu putri……..”kata safia. Nurbanu hanya terdiam mendengar kepintaran safia.

murad-meninggalkan-istana===Saatnya pangeran selim dan pangeran murad kembali ke sanjak masing masing. Tampak murad dan safia berpamitan dengan mihrimah. Murad terlihat begitu dekat dengan bibinya…………..mihrimah merasa senang, dia melihat kearah nurbanu yang juga melihat kepadanya dengan pandangan kesal.

Kemudian selim datang, dia melihat ketiga putrinya satu persatu dan merasa bangga. Kemudian ia menoleh kearah mihrimah. Mereka berdua hanya berpandangan, kemudian selim bergegas pergi tanpa mengucapkan sepatah kata kepada mihrimah ………….

Sultan melihat kepergian anak dan cucunya dari balkon istananya. Mihrimah melihat kearah sang ayah. Suleiman kemudian masuk kedalam kamarnya lagi………

“tak ada yang dipercaya rakyat daripada negara, tak ada yang membuat orang bahagia selain udara yang segar, kekaisaran adalah pertarungan duniawi, tak ada yang membuat orang bahagia selain persatuan…………”

“berhentilah berfoya foya dan minum karena itu buruk untukmu, jika menginginkan teman carilah kesetiaan. seperti sebuah jam pasir saat waktu berlalu maka akan segera berlalu……..”

“jika kau ingin kedamaian maka sucikanlah dirimu, tak ada yang bisa membuat orang damai selian menarik diri dari dunia” ungkapan puisi sultan suleiman.

lanjut ke Sinopsis Abad Kejayaan Episode 139 Part 5

FIFORLIF ONLINE STORE “DIET SEHAT DAN AMAN” SILAKAN KLIK DISINI!!
CEPAT-KURUS-LANGSING-7-HARIkonsultasi-fiforlif catarasi

SUKA DENGAN ARTIKEL INI ?SILAKAN BANTU "LIKE " & "SHARE" KE FACEBOOK /TWITTER /GPLUS ANDA

Comments

comments

Leave a Reply

error: Mohon Jangan Di copy :)